WHO Mengatakan Asal-Usul COVID-19 Diracuni Oleh Politik

WHO Mengatakan Asal-Usul COVID-19 Diracuni Oleh Politik

WHO Mengatakan Asal-Usul COVID-19 Diracuni Oleh Politik – Investigasi tentang asal usul virus corona penyebab Covid-19 yang dilakukan tim gabungan WHO-China membuahkan hasil. Namun, temuan asal usul virus corona penyebab Covid-19 tersebut masih berupa sejumlah kemungkinan.

Sebuah studi gabungan WHO-China yang menyelidiki tentang asal-usul virus corona Covid-19 mengatakan bahwa penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain adalah skenario yang paling mungkin.Seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, penyelidikan tentang asal-usul COVID-19 diracuni oleh politik.

Dua hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan bahwa dia memerintahkan badan-badan intelijen untuk download idn poker membuat laporan analisis paling mutakhir tentang asal-usul COVID-19, termasuk apakah virus tersebut muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi atau dari kebocoran di laboratorium, seperti yang banyak dispekulasikan.

1. Hasil penelitian intelijen AS
WHO Sebut Penyelidikan Asal-usul COVID-19 Diracuni oleh Politik

WHO telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dari pejabat AS dan Eropa untuk memeriksa lagi apakah virus corona mungkin lolos dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok, setelah laporan intelijen AS yang sebelumnya dirahasiakan terungkap.

Menurut CNBC, laporan intelijen AS itu mengungkapkan bahwa tiga peneliti mencari perawatan di rumah sakit setelah jatuh sakit dengan gejala mirip COVID pada November 2019. Virus corona pertama kali di temukan di Wuhan pada akhir 2019.

Bahkan, David Asher, pemimpin investigasi Departemen Luar Negeri di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, mengatakan bahwa istri dari seorang peneliti lab Wuhan yang mengerjakan virus mematikan di duga meninggal karena COVID pada Desember 2019.

Sebagaimana dilaporkan Express, Asher yang memimpin penyelidikan tentang asal-usul COVID-19 mengatakan kepada Daily Caller bahwa seorang karyawan di Institut Virologi Wuhan memberi informasi kepada intelijen AS tentang istri peneliti laboratorium yang meninggal karena virus misterius.

2. WHO berada di bawah tekanan
WHO Sebut Penyelidikan Asal-usul COVID-19 Diracuni oleh Politik

Spekulasi tersebut telah membuat WHO berada di bawah tekanan untuk kembali melakukan penelitian. Namun hal tersebut telah membuat Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, bertanya-tanya apakah negara dapat memisahkan politik dari sains.

Sebelumnya WHO telah berulang kali di tuduh mengizinkan Pemerintah Tiongkok untuk menghindari penyelidikan menyeluruh tentang asal-usul COVID-19.

“Menempatkan WHO pada posisi seperti yang telah di lakukan sangat tidak adil bagi ilmu yang kami coba lakukan, dan itu menempatkan kami sebagai sebuah organisasi, sejujurnya, dalam posisi yang mustahil untuk memberikan jawaban yang di inginkan dunia,” kata Ryan dalam sebuah jumpa pers.

Pada sidang Senat awal pekan ini John Kennedy, Senator dari Louisiana, juga telah mengatakan kepada penasehat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci tentang hubungan dekat WHO dan Tiongkok. Namun hal itu telah di sangkal Fauci.

“Bisakah kita setuju bahwa jika Anda mengambil Presiden (Tiongkok) Xi Jinping dan membalikkannya serta mengguncangnya, Organisasi Kesehatan Dunia akan jatuh dari sakunya?” kata Fauci menegaskan bahwa dia tidak memiliki cara untuk mengetahui pengaruh Tiongkok pada agensi tersebut.

3. Spekulasi asal-usul COVID-19
WHO Sebut Penyelidikan Asal-usul COVID-19 Diracuni oleh Politik

Hipotesis bahwa COVID-19 berasal dari laboratorium virologi Wuhan pada awalnya di anggap sebagai teori konspirasi sayap kanan. Tetapi semakin populer dalam beberapa pekan terakhir.

Mayoritas komunitas intelijen percaya bahwa masuk akal jika virus itu berasal dari laboratorium dan hewan. Pejabat kesehatan federal terus mempertahankan posisi mereka bahwa kemungkinan besar virus tersebut berasal dari zoonosis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam websitenya masih menyatakan virus itu berasal dari hewan.

“Kami tahu bahwa aslinya berasal dari hewan, kemungkinan besar kelelawar,” tulisnya.

Namun di sisi lain, laporan itu juga sangat sensitif karena China menolak setiap saran. Bahwa menjadi pihak harus di salahkan atas pandemi yang terjadi saat ini. Penundaan berulang dalam rilis laporan tersebut telah menimbulkan pertanyaan. Tentang apakah pihak China mencoba untuk memutarbalikkan kesimpulannya.

“Kami sangat prihatin tentang metodologi dan proses yang masuk ke dalam laporan itu. Termasuk fakta bahwa pemerintah di Beijing tampaknya membantu menulisnya,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam wawancara CNN baru-baru ini.

“AS telah berbicara tentang laporan itu. Dengan melakukan ini, bukankah AS mencoba untuk memberikan tekanan politik pada anggota kelompok ahli WHO? ” tanya juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.